pionnews.com – Pemerintah Kota Manado menyediakan shelter sebagai tempat penanganan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan warga terlantar.
Keberadaan shelter tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan di Kota Manado.
Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Lenda Pelealu, mengatakan shelter tersebut menampung berbagai kategori warga yang membutuhkan penanganan.
“Di sini ada ODGJ, orang terlantar dan disabilitas,” ujar Lenda.
Ia menjelaskan, jumlah penghuni shelter saat ini bersifat dinamis. Berdasarkan data terbaru, terdapat 16 orang yang menghuni shelter tersebut.
“Posisi sekarang ada 16 penghuni shelter. Tapi jumlah ini dinamis, kalau sudah ada pihak keluarga jemput kami langsung serahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.
Lenda mengungkapkan, tantangan utama dalam pengelolaan shelter adalah kasus penghuni yang kembali masuk setelah dipulangkan.
“Yang jadi permasalahan, kadang baru keluar besoknya sudah masuk lagi,” katanya.
Selain warga Kota Manado, Dinas Sosial juga menemukan penghuni yang berasal dari luar daerah. Hasil penjangkauan di lapangan menunjukkan adanya warga dari Ambon, Gorontalo, Makassar, bahkan Kediri.
Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Sosial terus melakukan penjangkauan dan pendataan agar penanganan ODGJ dan warga terlantar dapat berjalan optimal.



Tinggalkan Balasan